Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2024

Pray for Palestine

Senja malu menampakkan muka Sembunyi dibalik kelam nya awan Tetes air turun perlahan Membasahi bumi yang kehausan Apakah ini bentuk belas kasih Rabb ku? Namun, hati ini kalut Mendengar kebengisan yang tersulut Beribu jiwa dituntun malaikat maut Suara tangisan lirih Mengucap untaian tasbih Tiada jiwa yang lelah Membela saudara tak sedarah Namun, terjalin ikatan kuat Antar sesama umat se agama

Malaikat kecilku

Hai pelipur lara ku Tak terasa bulir air menetes basahi pipi ku Menyaksikan perkembangan mu Hingga lupa kau bukan lagi bayi ku Yang selalu dimanja dan ditimang Tidur mu selalu ku dendangkan lagu Wahai cahaya kebahagiaan Tawa mu semangat buat ku Hingga hati ini sendu Secepat ini kau tumbuh Tak terasa nanti kita akan berpisah Tak ada lagi keluh kesah Apalagi meminta pertolongan Di setiap pagi sebelum menimba ilmu Harapan ku hanya satu Tetap jadilah anak baik dan kebanggaan orang tua mu

Datang dan Pergi

Tiada lagi suara riuh Hanya hening dan senyap Menemani ku tiada jemu Alangkah risaunya hati Air mata berlinang Mengenang kisah diantara kita Yang dipenuhi canda tawa Merangkai untaian kata Di atas kertas tak bernoda Mengabadikan kepergian yang kucinta 

Pilu

Bumantara kian redup Tiada lagi sorot mentari Daun-daun berguguran Menyerah tanpa melawan Terpaan langkah kaki sang bayu Mantel menyelimuti raga Sepatu turut berbunyi Ketika melewati genangan air Sadar tak ada tempat bersandar Kesabaran setipis tisu Pikiran mulai rancu Bayangan hitam menyapamu Hingga kau mulai ragu Melangkah untuk maju Hanya jemu dan sendu

Bayangan

Siluet dibalik pelukan raga Tak pernah lelah di setiap keadaan Seirama dengan langkah kehidupan Berharap hal baik M endampingi sang pemilik raga Kuat menghadapi masalah Senang maupun susah Lelah ataupun menyerah Itulah untaian kata bedebah Yang pasrah ditengah lautan Lautan manusia yang haus Haus akan kekuasaan dan pujian