Tiada daya tuk melangkah Raga mulai lelah Peluh bercampur darah Tercecer di sepanjang jalan Jalan menuju kebahagiaan Bertemu sang pemilik kehidupan Tiada tau arah Hati resah dan gelisah Hanya berharap dan pasrah Berharap kemudahan datang tanpa celah Ya Allah.... Aku ragu Melangkah mundur atau maju Melanjutkan impian yang kelabu Akan kah menjadi cerah Secerah sunrise di ufuk timur Sehangat sunset di ufuk barat Sedingin angin di dieng Apalagi rindu pelukan si dia Yang penuh kasih sayang
Hadir mu penuh tanya Pertemuan yang singkat Malu ingin mendekat Ragu untuk menjauh Penasaran menyelimuti kalbu Saat dekat... Insecure mulai melekat Akan paras mu yang memikat Pesonamu mengalahkan manisnya cokelat Hanya bisa memandang Tiada daya tuk berjumpa Menjelajahi semua tempat Merangkai cerita yang penuh kenangan Tapi itu hanya sekedar hayalan Antara aku dan dia
Entah dosa apa Hadirkan setitik lara Hati sang wanita Tangis basahi pipi Ditengah malam yang sepi Hanya mampu tuk menepi Kuatkan hati Sambut hari yang berseri Seperti senyuman sang mentari Yang selalu menyinari bumi Dengan setulus hati Tak mampu tuk memegang Hanya bisa memandang Tak mampu berpaling Hanya bisa memohon Panjatkan doa kepada tuhan Agar selalu melimpahkan keberkahan Di setiap langkah menikmati kehidupan
Komentar
Posting Komentar